Tadi pagi bangun jam setengah 6, langsung dengar berita yang kurang bagus di televisi. Ternyata ada gempa lagi di daerah Aceh tepatnya jam 05:15:03, Skala Richter-nya pun lumayan besar yaitu 7.2 SR, walaupun belum sebesar gempa pada tahun 2004 yaitu 9.3 SR yang menimbulkan tsunami Gempa yang mengakibatkan tsunami dan menyebabkan sekitar 230.000 orang tewas di 8 negara. Ombak tsunami setinggi 30 meter. Bencana ini merupakan kematian terbesar sepanjang sejarah. Indonesia, Sri Langka, India, dan Thailand merupakan negara dengan jumlah kematian terbesar.

Data Badan Meteorologi dan Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, titik pusat gempa berada di 2.33 LU - 97.02 BT atau 75 km tenggara Sinabang, Aceh. Gempa terjadi di kedalaman 34 km dan yang harus kita waspada gempa ini berpotensi menimbulkan gelombang tsunami. Sempat terjadi gempa susulan sebanyak tiga kali dengan kekuatan lebih rendah yaitu sekitar 5,1 SR. Bahkan gempa ini terasa hingga daerah pesisir Riau di Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis dan Rokan Hilir.

Saya memang pernah membaca bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan kemungkinan terjadinya gempa paling banyak di dunia. Salah satunya ialah menurut analisis Pakar Kegempaan dan Ahli Geologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersama tim Peneliti LIPI lainnya setelah melakukan penelitian tentang kegempaan di beberapa wilayah Indonesia menyimpulkan hampir seluruh wilayah Indonesia tidak aman dari gempa, kecuali Kalimantan yang relatif tidak memiliki patahan gempa. Semakin ke timur, potensi gempa semakin besar. Patahan gempa di bawah Pulau Jawa terletak mulai Majalengka, Kuningan,Bandung, hingga Pelabuhan Ratu. Kemudian,Cianjur, wilayah selatan Semarang, membujur hingga ke Tegal.

Potensi gempa di Indonesia memang terbilang besar, sebab berada dalam pertemuan sejumlah lempeng tektonik besar yang aktif bergerak. Daerah rawan gempa tersebut membentang di sepanjang batas lempeng tektonik Australia dengan Asia, lempeng Asia dengan Pasifik dari timur hingga barat Sumatera sampai selatan Jawa, Nusa Tenggara, serta Banda. Kemudian interaksi lempeng India-Australia, Eurasia dan Pasifik yang bertemu di Banda serta pertemuan lempeng Pasifik-Asia di Sulawesi dan Halmahera.

Mudah - mudahan walaupun Indonesia akan sering terjadi gempa, saya berharap tidak banyak korban jiwa dan tidak menimbulkan kerugian yang parah. Ini juga merupakan PR bagi pemerintah, bagaimana mereka bisa dengan cepat menanggulangi setiap akibat yang ditimbulkan oleh bencana alam.
0 Responses

Poskan Komentar