Bertanya kepada cermin yang ingin saya tuliskan bukanlah seperti cerita di dongeng tentang seorang ratu yang bertanya kepada cermin ajaibnya, "Siapakah wanita yang paling cantik di dunia ..?". Bukan, bukan itu, itu hanya ada di dalam dongeng, yang ingin saya share adalah bertanya kepada cermin sungguhan yang ada di rumah kita masing-masing.

Apa yang ingin ditanyakan ..?
Kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari, tapi bukan berarti kita tidak memiliki cita-cita ataupun harapan. Oke sekarang kalau kita sudah memiliki harapan, apakah lebih banyak orang yang mendukung harapan kita atau malah sebaliknya justru lebih banyak orang yang mengatakan bahwa kita hanyalah seorang yang bermimpi di siang bolong ,.?. Mungkin mereka berkata ., "Bagaimana bisa kamu sukses, kamu tidak memiliki kemampuan !!" ,. "Wah, harapanmu terlalu meng-khayal, yang pasti-pasti aja deh, yang sesuai sama kapasitas kamu"..

Hmm., ya hal inilah yang ingin saya ajak semua untuk tanya kepada cermin. Pertama masuklah ke dalam kamar kalian dan pastikan tidak ada orang lain lalu berdirilah di depan cermin. Kemudian mulailah bertanya .. "Siapa yang tidak percaya bahwa saya sanggup mewujudkan harapan dan cita-cita saya, angkat tangan !!!", tunggu beberapa menit.

Sekarang kita bisa tahu jawabannya kan, ternyata jika kita tidak angkat tangan, maka orang yang ada di dalam cermin pun tidak akan angkat tangan, artinya, yakinlah pada dirimu sendiri bahwa kita mampu menggapai itu semua, jangan terlalu mendengarkan ucapan-ucapan orang yang membuat kita putus asa, tapi dengarkan orang-orang yang selalu mendukung kita.. Dan jangan lupa, kita mempunyai Tuhan yang selalu mendukung niat baik kita, segeralah melakukan sesuatu yang berguna untuk dapat mencepatkan kita meraih mimpi-mimpi tersebut.

Teringat cerita dari seorang pembicara di ibadah Dewasa Muda yang menceritakan apa yang dia dengar dari sebuah seminar. Dalam seminar tersebut dia mendapatkan materi tentang hasil dari suatu penelitian yang memperlakukan dua orang dengan cara yang berbeda. Diceritakan bahwa dua orang ini di masukkan ke dalam dua ruang yang berbeda, misal kita sebut Mr.A ada di dalam ruang.I dan Mr.B ada di dalam ruang.II.

Pada ruang.I, Mr.A diberikan perlakuan / perkataan yang baik-baik, seperti dipuji, disanjung, diucapkan berkat, kata-kata sopan, dll. Sebaliknya di ruang.II, Mr.B diberikan perlakuan / perkataan yang sangat tidak baik, seperti dihujat, dicemooh, diucapkan kutuk, kata-kata yang kasar, dll. Saya lupa mereka diperlakukan seperti itu selama berapa lama, mungkin beberapa hari.

Pada akhir waktu penelitian, kedua orang itu dikeluarkan masing-masing dari ruangannya dan ternyata terdapat perbedaan pada dua orang tersebut. Setelah mereka keluar, Mr.A yang diperlakukan dengan baik-baik memiliki raut muka yang cerah / berseri serta memiliki aura yang baik dan tampak bersemangat sedangkan ketika Mr.B dikeluarkan dari ruang.II orang-orang di sekitarnya bisa merasakan aura yang tidak baik, dan Mr.B tampak tidak bersemangat juga raut mukanya tidak berseri seperti orang yang putus asa.

Saya harap masing-masing kita bisa menarik kesimpulan dari cerita di atas karena saya rasa bagus sekali inti dari pesan yang tersirat dari penelitian ini yaitu dalam kita menjalani hari-hari ini ada baiknya kita melakukan / memperkatakan yang baik-baik saja sehingga kita memiliki hidup yang bersemangat dan saat orang-orang berada di sekitar kita, mereka bisa merasakan adanya aura positif dari tubuh kita dan bisa merasa nyaman saat bersama kita, sedangkan jika kita melakukan / memperkatakan hal-hal yang tidak enak di dengar justru akan membuat hidup kita menjadi tidak bersemangat, dan orang-orang tidak akan merasa nyaman saat kita datang.

Ada juga teman saya yang bilang, "Kalau di dalam sebuah teko terisi air teh, maka ketika di tuang ke gelas yang keluar adalah air teh. Kalau terisi air putih maka yang akan tertuang ke gelaspun adalah air putih". Artinya apa yang keluar dari ucapan kita, itu berasal dari dalam hati kita, kalau yang kita ucapkan yang baik-baik saja berarti kita memiliki hati yang baik .. :)

Salam dari saya untuk Anda sekalian.