"Jangan ikuti saya, saya juga nyasar", begitulah kira-kira artinya dalam bahasa Indonesia. Tulisan ini saya baca di stiker motor saat saya berada di belakang pengendara motor lain.

Pada saat kapan kah ucapan ini sebaiknya diucapkan ?? Jika ada kerabat yang menikah kemudian kita rombongan ingin kondangan tapi tiba-tiba teman kita yang tahu jalan mengucapkan kalimat ini pasti kita akan kesal karena kalau nyasar bakal membuang waktu dan kehilangan moment yang penting.

Untuk para pemimpin sebaiknya tidak pantas mengatakan statement ini karena jika pemimpinnya saja tidak tahu akan melangkah kemana apalagi anak buah yang dipimpinnya. Apalagi pemimpin suatu negara yang besar, mengetahui arah jalan ke depan adalah suatu keharusan karena salah sedikit saja ambil keputusan bisa mengakibatkan kerugian bagi negara dan juga bagi masyarakatnya dan berdampak timbulnya krisis kepercayaan.

BBM sudah diumumkan kenaikan harganya per tanggal 22 Juni 2013, pasti banyak yang menolak dengan menggelar demo-demo di berbagai kota, semoga saja tidak sampai memakan korban jiwa seperti beberapa tahun lalu di mana mahasiswa UNAS meninggal karena bentrok dengan aparat. Di televisi sudah banyak iklan yang ingin mengatakan bahwa subsidi BBM adalah subsidi salah sasaran dan dengan kenaikan ini pemerintah ingin subsidi dialihkan ke pos-pos yang layak untuk menerima subsidi.

Harapan saya semoga tujuan dari kenaikan harga BBM ini bisa terwujud, misal tidak ada lagi sekolah yang ambruk karena bangunan sudah usang, sekolah gratis sampai SMA bahkan perguruan tinggi, tingkat kemiskinan bisa diturunkan, harga-harga sembako tidak mahal, para pengangguran bisa mendapatkan pekerjaan, dan masih banyak lagi harapan yang lain, jadi masyarakat yakin bahwa kita men-follow yang benar sebab yang kita follow tidak sedang lost (nyasar).