Acara TV yang cukup menghibur saat malam hari akhir-akhir ini adalah Indonesia Lawak Klub, lebih baik nonton ILK dari pada nonton acara yang satu atap dengan stasiun TV penyelenggara ILK ini. Saya suka dengan slogannya yaitu : "Mengatasi Masalah Tanpa Solusi". 

Kalau dilihat dari settingan konsep acara memang mirip dengan Indonesia Lawyers Club yang dibawakan oleh Pak Karni Ilyas, cuma bedanya topic ILC itu serius dan tamu-tamunya pun orang-orang pintar di bidang hukum / politik, dll, sedangkan di ILK mengambil tema yang santai serta tidak bikin terlalu banyak mikir saat kita sedang menontonnya. Apalagi ditambah para tamu undangannya yang sangat profesional di bidang mereka masing yang kebanyakan dari mereka adalah pelawak. Tamu favorit saya adalah Komeng, celoteh-celotehnya bisa bikin tertawa sampai puas,, hehe..

Tema yang dibawa pada tanggal 17 Feb '14 sangat ada manfaatnya, yaitu berbicara mengenai hilangnya lagu anak-anak jaman sekarang. Kalau dulu anak-anak memiliki lagu yang sesuai dengan umur mereka, contohnya lagu-lagu yang dibawakan oleh Tasya, Eno Lerian, Trio Kwek-kwek, Meisy, dll, tapi kalau sekarang anak-anak di sodorkan lagu-lagu yang tidak sesuai dengan umur mereka. Saat anak-anak ditanya apa lagu yang mereka tahu, mereka menjawab lagu bang Jali, Eeaaa, Noah,,. Yang paling tidak masuk akal adalah lagu-lagu dari Co*oy Jun*or, masa sih anak-anak kecil yang masih SMP harus menyanyikan lagu dengan tema cinta-cinta-an, pacar-pacar-an, sedangkan anak-anak pada masa SMP itu harusnya fokus kepada belajar & beraktivitas yang bisa mengembangkan kepandaian. MEREKA TIDAK PERLU TAHU bidadari jatuh dari surga.

Produser-produser lagu sebaiknya lebih bijak me-manage artis yang masih anak kecil agar diberikan lagu sesuai porsinya, jadi bisa berdampak positif juga kepada para pemirsa dan fans mereka.