Hebat juga walikota itu, sudah menabrak pengendara motor & tidak turun dari "kereta kerajaan-nya" malah menyalahkan pengendara motor tersebut. Mungkin dia tidak mengerti kali ya apa itu jadi pemimpin..?

Alasan beliau tidak turun karena katanya rangkaian kendaraan rombongannya itu dilindungi undang-undang & tidak semestinya beliau turun. Katanya dalam tata acara, selama kejadian sudah ada yang menangani, maka tidak perlu beliau turun.

Semoga orang-orang yang arogan seperti ini tidak terpilih menjadi pemimpin di wilayah NKRI karena tidak mewakili suara rakyat. Mereka seperti raja-raja kecil yang berkuasa di wilayahnya sendiri.
Berdasarkan hasil pemilu legislatif tanggal 9 April 2014 dapat kita lihat bahwa tidak ada Parpol yang memiliki suara lebih dari 20% yang artinya untuk mengajukan Capres berarti para parpol harus berkoalisi. Mengikuti berita di televisi tentang membangun koalisi bikin penasaran juga, masyarakat seperti di buat bertanya-tanya : "Kira-kira parpol yang ini koalisi dengan partai mana ya ..?" atau "Siapa saja yang bakalan maju menjadi Capres & Cawapres ..?". Beberapa kejadian yang menarik perhatian saya adalah
  1. Hasil suara sudah tidak terpengaruh oleh sosok yang sebelumnya,  masyarakat mungkin tergelitik karena pemeran iklan yang katanya katakan "NO" eh malah terjerat semua.
  2. Ada satu parpol yang ketum nya ingin koalisi dengan salah satu parpol lain tapi anggotanya tidak sependapat sehingga mereka malah ribut internal.
  3. Ternyata daging sapi bisa berpengaruh ya.
Selain koalisi, berita yang tidak kalah menarik adalah berita tentang kompetisi liga-liga sepak bola, jadi selain memprediksi siapa yang bakal maju menjadi Capres & Cawapres, masyarakat juga sibuk memprediksi siapakah yang bakal jadi scudetto, atau juara Premiere League, dll serta siapa yang bakal menang derby di final Liga Champion antara Atletico Madrid & Real Madrid.

Tulisan ini memang terinspirasi dari perbincangan sehari-hari di kantor yang temanya antara dua tersebut. Semoga Indonesia memiliki pemimpin yang memberantas korupsi & memberantas kemiskinan