Pemilihan Presiden Indonesia secara langsung sudah berhasil dilaksanakan pada tanggal 9 Juli 2014. Masyarakat Indonesia baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri sudah menggunakan hak suaranya untuk mendukung jagoannya masing-masing, apakah itu pasangan no. urut 1 Prabowo-Hatta atau pasangan no. urut 2 Jokowi-JK.

Seperti tahun - tahun sebelumnya, setiap pemilihan umum baik itu Pilkada, Pilgub, PilLeg, PilPres, dll akan diadakan hitung cepat (Quick Count) oleh lembaga yang bergerak di bidang survey. Untuk PilPres 2014 ini ada 56 lembaga survey yang diakui resmi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Hasil Quick Count PilPres tahun 2014 ini cukup membingungkan masyarakat karena menampilkan data yang berbeda, berikut hasil Quick Count 11 lembaga survey:


No
Nama Lembaga
Prabowo - Hatta (%)
Jokowi - JK (%)
Suara  Masuk (%)
1
Lingkaran Survei Indonesia (LSI)
46.7
53.3
98.05
2
Center for Strategic and International Studies (CSIS)-Cyrus Newtwork
48.1
51.9
99.9
3
Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC)
47.09
52.91
99.3
4
Survei Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kompas
47.66
52.34
100
5
Indikator Politik
47.06
52.94
99.5
6
Survei Radio Republik Indonesia (RRI)
47.4
52.6
97
7
Populi Center
49.06
50.94
98.95
8
Jaringan Suara Indonesia (JSI)
50.16
49.84
91.35
9
Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis)
52.05
47.95
93.41
10
Lembaga Survei Nasional (LSN)
50.56
49.44
96.51
11
Indonesia Research Centre (IRC)
51.11
48.89
100

Lembaga survey memang memerlukan dana untuk melakukan kegiatan mereka tapi harapan masyarakat ialah survey ini bukanlah titipan pasangan Capres-Cawapres tertentu untuk menampilkan kemenangan mereka dengan memanipulasi data atau untuk membentuk opini publik yang keliru. Saya setuju untuk memberikan sanksi kepada lembaga survey jika memang ditemukan adanya pelanggaran kode etik.